Bengkel seni EMBUN adalah sebuah open community yang diprakarsai oleh beberapa anak muda yang ingin berekspresi dan berbuat berdasarkan kemauan dan cita-cita yang berlandaskan idialisme dan mimpi.
ALL ABOUT
bengkel SENi Embun adaah sebuah open community yang bergerak di bidang kesenian.
dengan bermaterikan kumpulan anak-anak muda (yang katanya) kreatif dan inovatif.
bengke Seni Embun pertamakali didirikan pada tanggal 23 oktober 2004. oleh sekelompok anak muda yang ingin madndiri dan melepaskan segala kepenatan hidup dengan jalan ber-Kesenian, dan pada akhirnya mampu untuk menciptaka sebuah alternatif hiburan untuk masyarakt sektarnya (AMIN... !!!)
bengkel Seni Embun memiliki 4 divisi utama dalam dunia kesenian. yaitu :
- teater
- musik
- rupa
- tari
hingga saat ini, Bengkel Seni EmbuN telah memiliki lebih dari 300 anggota komunitas yang berkecimpung di bidangnya masing-masing divisi dan tersebar di beberapa daerah di Indonesia. dan dengan di bantu oleh 4 peltih provesional yang telah lama berkecimpung di dunia kesenian. Embun terus berbuat.
Embun hadir dengan konsep bengkel pada umumnya.
Dan berusaha untuk menghadirkan sebuah alternative hiburan batu bagi masyarakat kota ambon.
Selasa, 12 April 2011
Tarian Layang-Layang
menyusuri tepian pantai kute saat senja kembali ....
takberbaju ..
lincah menapakkan jejak langkah diatas buih ombang yang merayu sentuh kulit ...
kringat yang menetes ...
kelakar tawa yang renyah pada telinga bung luar ...
hanya memandang .. haya mengelus dada ....
pulanglah nak ..
dapur bumu yang hanya sesekali mengepul sudah menanti kedatanganmu ...
sebakul nasi hangat dan ikan asin dilengkapi sambal terasi siap untuk kau santap ...
setelah seharian berlari mengukur seberapa jauh kau gantungkan mimpimu di angkasa sana ...
lebam kulitmu ..
sisik kasar yang kau garuk tengah malam ...
hanya buih .. hampa dan nyata hidup ...
masyarakat kaya alam miskin rupa ...
ceriakan hari saat berlaku saing untuk mengalahkan angin dan lawan ...
siap
siapa itu
disana
menanti
pulang
pergi ...
mati ......................................
Senin, 11 April 2011
...............................................BUN?
kami jelajahi
di bawah anutan cinta dan kasih sayang
yang tersisa dari ibu
dekata dan lembut
seperti air yang terus mengalir di
bawah panas terik matahari
tentramkan hati
teduhkan kulit
membuka senyum
diatas kehidupan perlente yang
menggemaskan
NAMUN CUMA TERSISA DI MEMORY
serta di balik bingkai foto dan mimpi.
saatnya menangis ...
kemudian mencari.
*****************************************
-yang peduli-
pada cinta dan kasih sayang sejati
EmbuN
kado akhir semester "Latetang Tanah Gersang"
ketika bangun sampai telungkup surya
badai ... mesiu ...
saling asah, asih hingga mengasyikkan
berbondong-bondong
tergopoh-gopoh
jatuh ... bangun lagi ...
menggelepar, mengais dalam selimut dosa
berseragam putih biru
merayap ke tanah yang rata
tahukah engkau kemarin ... ???
adalah tempat buangan sampah
yang disulap denagn tangan datuk
jadi taman harapan ...
peraduan kebanggaan kita
peluh, keringat ...
air mata ...
dan jadilah mata air pendidikan
seribu hari kau dibina, diasuh, ditimang
lahir canda tawa
kamu terasa kumal, tak berdaya di borgol jadi seratus dua puluh kaki
pada ketiak gunung yang bernama ... TANAH RATA.
belajarmu, sekolahmu, pimtarmu mungkin setengah-setengah hati
tapi jangan kau gunakan pandaimuitu dengan setengah hati
ada setengah yang kurang bagimu padaku
justru banyak itu
maklum ...
kami dari tempat dan hegemoni yang berbeda
sebelas lusin kepala terangkum jadi satu
namun kami punya satu alif
satu semangat ...
satu tujuan ...
jadilah kamu, orang yang punya hati, jiwa, kaki
melangkah di jalan yang benar
sebab banyak baik belum tentu benar
namun benar sudah pasti baik ...
pergilah anakku ... songsong masa depan,
esok hari penuh harapan ...
jangan pulang dalam kemasan limbah,
dari limbah pembuangan alumnies-em-ma negeri sebelas Ambon.
camkan itu ...
ESLA_BIRIN
catatan untuk ... (tetap) ... Hidup
entah kenapa akhir-akhir ini ada yang kurasakan lain, mungkin lantaran emosi yang berlebihan,, itu mungkin saja kan !?!?!
terlebih untuk hal-hal aneh yang terjadi belakangan ini.
terlepas dari semua itu, aku memahaminya sebagai hidup, makna-makna klise yang (kadang) membuat kita jatuh, berdiri, jatuh lagi, kembali berdiri dan pada akhirnya mati menjadi akhir dari semua itu.
"kembali lagi pada titik yang sebenarnya"
sebenarnya ada yang ingin kuceritakn (sedikit banyak juga membantuku mengurangi sedikit dari penatku).
- dimulai saja dari yang paling kecil
rasanya memang sedikit aneh, mereka tanggunh tak kurang sedikitpun (ayah pun berkata demikian) sebut saja mereka second sparta. tak ada yang memimpin (kurasa demikian), hidup dengan hidup pada labirin-labirin masing-masing, sayang terlanjut mayang, nasib tak seberuntung keledai (pun). mereka tetap menyerah pada angkuh mulut berujar atau diam dan satu lagi CINTA !!
aku tertarik dengan dua diantaranya :
pertama, sebut saja si buncit (whahahahh, lucu juga) pria hebat dengan pemikiran terbaik, walau kadang terbaik untuk menyengsarakan diri.
dulu pernah berkata, keluarganya tak lagi memperdulikannya, seiring berjalan dia pun tau jawab dari semua itu, diantaranya adalah sifat ayahnya, toh pada akhirnya buah terbaik adalah berasal dari sumber aslinya, ternyata dia terlalu rapuh untuk mengubah semua itu .... hmhmhmhm ... terlalu gamang untuk tepuk tangan orang lain memang.
satu hal lagi, rasa-rasanya tak rela dengan apa yang telah di berikan, darahku dan mungkin sebagian darah kami (sedikit banyak memang) yang telah di tuntun untuk menampatkan dirinya pada kasta tertinggi hidup mereka, pengagungan cinta !!!
................ nantikan saja, yang lainpun telah berujar, kapan waktunya harus berkata yang sebenarnya, terus saja menikmati (manis) hidupmu, semoga sesal tak akan hadir pada semua yang nyata. jangan merasa hebat Dik !!! datang saja kemari lihat apa yang dikatakan hebat, dirimu atau kah mereka !!!!
kedua, kapan-kapan saja baru kuceritaka, waktuku hampir habis ....
- kita beranjak pada yang berikutnya
sedikit banyak ini mengurangi waktu dan semangatku, tak jarang untuk saling menanti kata diantara kami, rasanya sedikit ku pahami tak sedikit waktu mengurai dan mengisahkan memang !!!
perlu sedikit tambahan waktu untuk kembali bercerita tentang semuanya lagi yang telah berlalu.
hmmmmm ... waktuku hampir habis, tak terasa telah pukul lima pagi ...
kusimpulkan saja ceritaku ini
tentu masih ingat pria tua itu, yaaa siapa lagi kalau bukan bekas preman itu. aku bahagia dia menjadi sadardan hidup baik seperti ini.
duduk bercerita dengannya membawa suatu masa dimana kami bisa mengerti apa sejatinya diri dalam hidup ini. nyatanya banyak juga yang berkilah dalam ulah masing-masing.
akhhh ........... kamong jua dulu bagitu mooooooo !!!
wah wah wah pertama si kakak, mungkin (iya memang) adikpun juga demikian berujar .......
kurasa beliau hanya tak ingin kita merasakan buruk yang sama kawan ...
tapi terserahlah, asalkan jangan muruh dia terlihat lagi
pasti pertarungan hidup akan semakin panas ...... !!!!!!
ierfundie _ never end_Bun........!!!
kisah usang yang terpinggirkan ...
hidup dan mengais dalam kubang kebohongan publik ...
nafasnya sesak ...
tangis berderai dalam pelukan lapar dan haus ...
mari merapat ..
lingkaran utuh yang menyambut yang terbuang dari lingkar logis lainnya ...
kemegahan menjauh ... ratapan pilu mendekap ...
saat ini ... hingga nanti ... tak terulang dalam ubahnya kehidupan papah saudaraku ...
daya hampa ...
mengiris tiap nadi ,,,,
menjatuhkan angkuh bumi pada ratap tanah yang diam ...
langit menghitam ...
deru badai mengonggong dalam kalut hidup yang makin garang ...
tepi pertokoan ...
bawah naungan tol jagorawi ...
pasar malam yang sepi tengah malam ...
semuanya ..
rumah mereka yang tersaput kokoh lengan POL.PP
raung buldoser ...
ramai makian hanya karena ingin mempertahankan hak milik yang setengah-setengah ...
apakah salah kami hidup dalam rumah kami sendiri !?
ierfundie_EmbuN
Puisi I
Jiwa2 lama terpenjara sudah dalam bui ...
Perkakas-perkakas tua,
Menggantung ...
Yg terlupa ...
Berdebu dalam kekusaman ...
Naikan bendera ...
Cokolkan pada titik tengah tiang menara ...
Morse beradu dalam kegamangan malam ...
Tuan ... Masihkah menenun dalam bijak tanah baka ?
Geliatx merajut kasih serampangan duabelas ...
Nokta pura-pura mati dalam alunan melody ...
Ada yang terkapar, mati sebelum berperang ...
Jgn menangis, karna tetap jika diketahui akan tetap diam dalam kepedulian.
Hewan ini sama terpenjara ...
Buah ini sama dipetik dr kebun yg 1 ...
Hasilw semakin sedikit karna urea telah menjadi komoditi eksport.
anak pemulung belajar main teater
Salah seorang anak pemulung Damayanti mengutarakan kesenangannya mengikuti metode belajar teater tersebut. Menurutnya, dari pelajaran tambahan yang diprakarsai Lembaga Perlindungan Anak, LPMP, Yaptau dan International Lebor Organisation tersebut dapat menambah wawasannya terkait bagian-bagian yang terlibat dalam ruang panggung teater.
Namun yang terpenting baginya, kegiatan belajar teater mampu menumbuhkan kepercayaan diri dalam pergaulan dengan masyarakat luar komunitas pemulung. Anak usia 14 tahun ini yakin mampu seperti anak-anak dari kalangan keluarga mampu.
“Kita hanya biasanya nonton di TV atau dipanggil kakak pendamping. Tapi sekarang kita mulai paham itu bagian main teater. Mudah-mudahan kita anak pemulung juga mampu menunjukkan kepada orang luar kalau kami juga bisa” harap Damayanti.
Hal senada juga dilontarkan Aktifis pendampingan anak dari Yayasan Pabbata Ummi, Makmur. Menurut pria yang sudah mendampingi komunitas pemulung selama puluhan tahun ini, metode main teater merupakan pelajaran yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Sehingga dengan kehadiran seorang seniman dari Dewan Kesenian Makassar yang datang secara sukarela membagi ilmunya, tentu akan menjadi sesuatu yang berbeda bagi anak-anak pemulung.
“Banya anggapan anak pemulung itu minder dan tidak percaya diri. Saya berharap, melalui metode main teater ini mereka juga bisa lebih percaya diri. Beruntung, anak-anak ini didukung orang tua mereka” kata Makmur.
Kegiatan belajar main teater di kalangan anak-anak pemulung ini sudah memasuki minggu ketiga. Puluhan calon pemain teater cilik tersebut menargetkan bisa menghasilkan karya untuk dipentaskan. Mereka pun optimis mampu mengemas semua bagiannya, termasuk pemain, pembuat naskah, sutradara dan bagian-bagian dunia teatron lainnya.
#http://www.rrimakassar.com/anak-pemulung-belajar-main-teater.html
kesaksian mati suri
Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife. com dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.
Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu
memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri. Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia . Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya. ”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu. Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.
Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu. ” Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.
Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.” Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang. Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain. Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir. Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik,red).
Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”
Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah. ” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.” Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat.
Legisan mengemukakan pula, mungkin diantara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama. ”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ” ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: ”Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.”
Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100: Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.
Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.
NB : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Ternyata hidup ini hanya sementara, dan hanya amal serta hati yang bersih yang menuntun kita> menuju jalan kehadapan Illahi.
berita ini memang cukup lama dan mgkn sdh banyak yg membaca tapi saya yakin masih lebih banyak yang belum.
saya menandai (taq) sebanyak mungkin Teman sesama muslim saya tapi jika ad tmn2 non muslim yang tanpa sengaja ikut ditandai saya mohon maaf dan pengertiannya
tak ad maksud apa2
Charis_hitam
my soul
space uncertain
where else is looking for every piece of time that has been drawn by the history
which in the end I realized is that in fact it is a true replica of myself
there was no time to grieve
what remains now is a struggle and a fire spirit who never goes out
authenticity is only belongs to those who seek the truth in a pile of dirt life
wisdom belongs only to those looking for true value in every hope of life
and purity are the property of their rope biting truth
"dew"
in the middle of difficulty there
simplicity
Charis_Hitam
belajar teater lewat proses penggarapan
Pengajaran praktis ini berasumsi di sekolah banyak siswa, baik laki-laki maupun perempuan hingga tak ada kendala kekurangan pemain teater. Dan, pelatih/pembina/guru memiliki pengetahuan tentang teater, sudah pernah bermain drama atau minimal pernah menonton drama. Langkah-langkah praktisnya adalah, pertama pelatih memilih naskah kemudian dipelajari.
Kedua, perencanaan setting. Perencanaan setting harus dipikirkan karena setting yang ruwet justru akan menyusahkan. Disarankan naskah yang dipilih adalah naskah dengan desain setting yang sederhana. Ketiga, meneliti mana peran utama dan peran pambantu. Peran utama dibagi dalam peran antagonis dan protagonis. Jadi peran utama itu tidak selalu mewakili kebaikan, juga tidak keburukan, tetapi adalah peran yang memegang paling banyak alur cerita naskah.
Setelah identifikasi jumlah pendukung dalam naskah itu dan kebutuhan setting tergambar, barulah dilakukan pengumpulan para siswa atau siswi calon pemain. Naskah yang sudah dipelajari oleh pelatih/guru disinopsiskan secara sederhana dan dibagikan kepada siswa. Lalu guru menceritakan naskah apa yang akan mereka mainkan, peran-peran di dalamnya.
Lalu ada tahap reading. Dalam tahap ini naskah dibagikan ke semua siswa-siswi. Semua yang terlibat diwajibkan membaca naskah secara keseluruhan. Reading adalah tahap di mana semua siswa/siswi harus memahami semua karakter, dan difungsikan sebagai bedah naskah. Dalam teater, jangan selalu berpatokan peran tokoh perempuan harus dibawakan perempuan, dan tokoh laki-laki harus dimainkan lelaki.
Ketika reading, semua pemain dicoba untuk memasuki peran dengan perlahan. Bersamaan dengan reading ada olah vokal, dan akan diketahui kualitas vokal para pemain. Lalu pelatihan irama, artikulasi, tekanan, dsb. Reading bisa berlangsung 3 - 5 kali, hingga naskah secara keseluruhan benar-benar dibaca. Pada tiap pertemuan supaya tidak jenuh bisa diselingi latihan cara berjalan.
Cara berjalan dalam teori berteater yang lebih luas disebut pemahaman panggung, mulai memahami panggung seperti apa. Dibuat desain panggung yang menghadap penonton seperti biasa (umum) yang mudah dipahami anak-anak. Yang paling penting, cara melangkah dan berjalan dibuat sedemikian rupa hingga siswa paham mana posisi tampak muka dan belakang, tampak samping kanan kiri. Pada saat ini, siswa mulai menyadari bahwa badan meraka adalah hal yang akan ditonton.
Pada saat ini, mulai dilatih ekspresi-ekspresi dasar. Ekspresi dasar misalnya menangis, semua orang akan punya ekspresi yang sama, juga tertawa, tersenyum, dan sebagainya. Kemudian belajar pula sinergi badan, gerakan kaki dan tangan. Misalnya tak boleh ada badan yang melengkung. Juga ketika melakukan dialog, misalnya tangan tak boleh bergerak-gerak tanpa tujuan, kaki bergoyang-goyang, dan sebagainya.
Kemudian langkah selanjutnya adalah audisi, pemilihan dengan melihat dari proses, siapa yang cocok jadi pemeran utama atau pemeran pembantu. Selebihnya siswa-siswi yang ada bisa dilatih untuk menjadi crew stage (kru panggung), yang mendukung misalnya untuk menyiapkan properti, pergantian atau setting. Dan, semuanya akan mamahami mengapa mereka diposisikan demikian. Tetapi, proses latihan tetap harus dilaksanakan bersama.
Terus, pembelajaran dilakukan dengan proses menghapal bagian-bagian dialog, mulai per adegan atau pembabakan, sekaligus mulai latihan blocking. Saat hapalan pertama kali, meski masih memegang naskah, blocking telah didesain dari awal. Bila nanti latihan sudah berjalan, blocking dapat diserahkan kepada pemain untuk improvisasi. Konsep blocking adalah keseimbangan panggung, muka belakang, cara berputar di depan panggung, dan seterusnya.
Selanjutnya adalah tahap seni peran. Tahap ini adalah bagaimana seseorang memasuki peran yang ada dalam naskah sesuai kebutuhan. Misalnya kalau perannya jahat, pemain harus mengidentifikasi bagaimana biasanya orang bersikap jahat. Di sisi lain, siswa yang bertugas di properti mulai membayangkan setting.
Misalnya jika adegan dalam rumah, maka properti apa yang harus disiapkan. Dalam seni peran ini akan nampak sinergi antara dialog, gerakan dan properti. Juga mulai pemahaman tempo dalam dialog dan tempo permainan. Tempo dialog adalah dialog yang mengandung plot (sebab-akibat) ada yang dalam irama cepat, ada yang perlahan. Kemudian ekspresi marah, ekspresi gembira dan sebagainya juga bisa mendorong cepat-lambatnya tempo, tergantung pilihan interpretasi naskah.
Langkah selanjutnya pelatih/guru mulai berjarak untuk melihat struktur dramatik naskah yang dimainkan. Struktur dramatik adalah bagaimana membuat naskah-naskah mengalir dari satu adegan ke adegan lain. Bagaimana jika happy ending, sad ending, mencari klimaks di mana, dan sebagainya. Klimaks bisa tersembunyi dalam adegan, dalam dialog, pun dalam instruksi yang ada dalam teks sampingan (neben-text).
Setelah itu, harus dicoba latihan penuh, artinya dicoba drama dimainkan utuh dari awal sampai akhir. Lalu dilakukan 2-3 kali pembenahan hingga terpenuhi kebutuhan memainkan naskah yang benar. Pertama, seni peran mulai nampak nyata, blocking dan pemanggungan tertata, tempo permainan dan penghayatan yang sudah nampak.
Tahap berikutnya adalah geladi kotor. Tahap ini dilakukan saat di mana harus sudah dipikirkan kostum dan perlengkapan lainnya. Jika hingga tahap ini terdapat pemain yang tidak juga bisa memasuki kadar permainan yang diinginkan, maka harus diingat, bahwa sejak audisi awal banyak sekali pemain-pemain yang telah melalui reading, bisa menjadi pemain cadangan. Lalu terakhir sampailah ada tahap geladi bersih dan evaluasi keseluruhan.
Lama keseluruhan latihan sebuah pementasan drama tergantung dari naskah. Naskah dengan jumlah dialog sekitar 150 bisa mencapai 4 hingga 5 minggu dengan 2 hingga 3 kali pertemuan setiap minggu dengan masing-masing latihan selama 2 jam efektif.
#http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/5/13/pen3.htm

